"ADA APA BUPATI SOPPENG JADI SOROTAN DI MEDSOS ,KAPOLRES DAN KASAT RESKRIM SOPPENG PUN MINTA DICOPOT"?
Swara Ham Indonesia News,Com.Bumi Latemmamala ,Watansoppeng,Kabupaten Soppeng ,Sulawesi Selatan.
Ada apa Bupati H.Suwardi Haseng,SE jadi sorotan utama hingga Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Soppeng pun tersebar di medsos "minta di copot" yang kini menjadi buah bibir berbagai kalangan tentang kejadian berbagai hal yang sepertinya meresahkan publik khususnya warga YASSISOPPENGI.
Swara Ham Indonesia News,Com dengan timnya menemui Nara sumber berinisial AB Mengungkapkan ke awak media ini disalah satu warkop di kota Soppeng,9/2/26.Dengan menghimpun berbagai berita di medsos yang semakin santer dipublikasikan akhir akhir ini ,ternyata pertama yang dipertanyakan " Mana Bupati ,mengapa Bupati Diam " sementara nasihat dari Tokoh Muhammadiyah dan Tokoh NU Soppeng serta beberapa tokoh ternama di Soppeng tampaknya mundur teratur pertanda Bupati tetap pada pendiriannya untuk lebih banyak diam.
Sumber malapetaka ini dari dugaan kasus penganiayaan dan pengancaman AMF kepada Rusman Cs seorang ASN selaku Kepala Bidang Pengadaan dan Pemberhentian dan informasi BKPSDM Soppeng yang telah melaporkan kasusnya pada tanggal 28 Desember 2025 .
Sebaliknya Andi Muhammad Farid Cs juga tak ketinggalan membuat laporan Polisi pada tanggal 12 Januari 2026 yang diduga terjadi Pencemaran nama baik dengan beredarnya Vidio Rusman Cs dengan ucapan yang terkesan menvonis orang dan mengenyampingkan praduga tak bersalah .
Dalam kesaksian dua saksi AMF menyebutnya peredaran vidio Rusman Cs tak lain dialamatkan kepada orang tertentu yang berinisial HS di Bumi Latemmamala dan dipastikan akan turut diperiksa oleh penyidik tanpa pandang buluh ujar salah satu sumber SHI di Polres.
Selain kedua kejadian tersebut juga tak ketinggalan persoalan raibnya nama 8 (delapan) orang yang sebelumnya dibawa komando AMF Ketua DPRD Soppeng .Dan yang paling menarik perhatian belakangan ini adalah perubahan data melalui surat PLT Sekda Soppeng No.720/BKPSDM/X/2025 tertanggal 02 Oktober 2025 yang terkesan menambah masalah baru bahkan diduga keras terjadi maladministrasi dan ada fakta yang bisa dibuktikan ,apalagi kalangan beberapa bawahannya mulai bernyanyi. Dengan bergulirnya persoalan surat menyurat PPPK yang diduga keras juga terjadi perbuatan melawan hukum kalau disimak beberapa surat penting yang selama ini sudah diakses oleh publik.
Silatepu nama samarannya dengan cermat nya memperhatikan laporan Rusman Cs sehubungan PPPK dengan jawabannya yang tidak becus hingga berdalih ditendang dan dipukul kursi sepertinya tidak masuk akal kalau diperhatikan dugaan tempat kejadian antara R dan AMF dipisah sebuah meja dan diatas meja ada pula laptop,yang kedua kalau dipukul kursi,kenapa hanya tergores dan mengapa tidak membiru lebam dan banyak lagi kejanggalan lainnya ,lalu 4 hari baru divisum ,itupun perlu dicermati kebenarannya.
Namun pihak R yakin dua alat bukti cukup untuk menuju kemeja pesakitan tanpa disadari bahwa penyelidikan dan penyidikan Polisi extra ketat dan tidak gampang dikelabui oleh laporan kejadian dan keterangan palsu,apalagi pihak kepolisian melihatnya keterangan R "ada yang benar dan juga ada yang tidak benar".
Dengan berkembangnya kasus demi kasus ini hingga demo mendemo pun bergulir yang entah demo "pesanan atau bukan" itu adalah hak konstitusi sepanjang tidak memasuki wilayah hak orang lain ala main hakim sendiri,seperti pernyataan di Medsos melalui Seruan aksi jilid III yang akan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 11 Februari 2026 dengan judul tangkap dan adili Ketua DPRD Kab.Soppeng ,kemudian tuntutannya "copot Kasat Reskrim dan Kapolres Kab.Soppeng dan pecat Muh.Farid Ketua DPRD Soppeng sebagai kader Golkar.
Oleh seruan yang dianggap tidak rasional dan keliru itu,tak sedikit warga ke Polisian khususnya di Soppeng dan tokoh masyarakat menyebutnya dengan istilah "sudah berpenyakit malah hendak menambah penyakit lagi memusuhi Polisi".
Kasat Reskrim Soppeng AKP .Dodie Ramaputra ,SH,MH ketika ditemui diruang kerjanya mengaku ucapan yang beredar di medsos yang dialamatkan kepada Kapolres sangat tidak rasional dan keliru , kami ini bekerja sesuai SOP yang ada , kedua belah pihak yang berperkara baik yang melapor maupun kedua belah pihak terlapor sudah beberapa orang diperiksa termasuk ahli ,bahkan rencana RJ (restorasi justice) kedua belah pihak akan dihadirkan besok hari Selasa tanggal 10/02/2026 sesuai peraturan dan perundang undangan yang berlaku,yang pasti pihak nya tidak menginginkan perkara ini berlama lama ,jika kemudian tidak ada kesepakatan berdamai ya kita lanjutkan tanpa beban dari pihak manapun pungkasnya.
Masyarakat Yassisoppengi berharap kedua belah pihak bisa duduk bersama dan menyadari bahwa penyelesaian secara hukum justru bisa menambah Masalah berkepanjangan dan ideal terbaiknya duduk bersama secara kekeluargaan tanpa rasa dendam demi nama baik pemerintah dan Masyarakat Bumi Latemmamala yang sama kita cintai.(Tim SHI)


Posting Komentar untuk ""ADA APA BUPATI SOPPENG JADI SOROTAN DI MEDSOS ,KAPOLRES DAN KASAT RESKRIM SOPPENG PUN MINTA DICOPOT"? "