Tour Leader Itu Pelayan, Bukan Juragan Tugasnya Melayani Jamaah, Bukan Dilayani
Swara Ham Indonesia News,Com.Surabaya
SURABAYA -Perjalanan ibadah umroh bukan sekadar agenda wisata religi, tetapi perjalanan ruhani yang membutuhkan bimbingan penuh tanggung jawab. Di tengah dinamika rombongan jamaah, peran tour leader sering disalahpahami sebagai pemimpin yang harus dilayani. Padahal hakikatnya, tour leader adalah pelayan jamaah—orang yang mengabdikan diri demi kelancaran ibadah para tamu Allah. “Tour leader itu pelayan, bukan juragan. Tugasnya melayani jamaah, bukan dilayani,” tegas Ustadz Nafi Unnas dalam sebuah pembekalan jamaah.
Menurutnya, amanah seorang tour leader jauh lebih besar dari sekadar memegang mikrofon atau mengatur jadwal keberangkatan. Ia harus memastikan jamaah lansia tidak tertinggal, membantu yang sakit, menenangkan yang cemas, dan menjawab pertanyaan dengan sabar meski diulang berkali-kali. Jamaah datang dari berbagai latar belakang; ada yang baru pertama naik pesawat, ada yang belum pernah keluar negeri, bahkan ada yang belum terbiasa berjalan jauh. Dalam situasi seperti itu, kesabaran dan keikhlasan tour leader menjadi penentu kenyamanan jamaah. “Kalau jamaah tersenyum karena merasa diperhatikan, itu pahala yang tidak terlihat tetapi besar di sisi Allah,” ujarnya.
Pengalaman di lapangan menunjukkan, keluhan jamaah seringkali bukan karena fasilitas, melainkan karena sikap pendamping. Jamaah tidak menuntut hotel mewah atau makanan mahal; mereka hanya ingin dihormati, dibimbing, dan didengar. Tour leader yang ramah dapat mengubah perjalanan sederhana menjadi pengalaman yang membekas sepanjang hidup, sementara sikap arogan justru merusak perjalanan mahal sekalipun. Alumni Pesantren Darussalam Gontor itu menegaskan, “Bangunlah paling pagi, tidurlah paling akhir. Pastikan koper jamaah sampai, obat tersedia, dan ibadah mereka terarah. Itu baru namanya tour leader.”
Sebagai dosen Bahasa Arab di UIN Sunan Ampel Surabaya, ia melihat pelayanan sebagai bagian dari dakwah. Keteladanan lebih kuat daripada nasihat panjang. Senyum yang tulus lebih bermakna daripada instruksi keras. Dalam setiap langkah membimbing jamaah, tour leader sebenarnya sedang menanamkan nilai-nilai Islam tentang amanah, sabar, dan kasih sayang. “Di hadapan Allah, yang tinggi bukan yang dilayani, tetapi yang paling banyak melayani,” katanya.
Karena itu, tour leader bukan juragan rombongan, melainkan pelayan tamu Allah. Kemuliaannya bukan pada jabatan, tetapi pada keikhlasan. Jika kita dipercaya mendampingi jamaah melalui Samira Travel atau lembaga mana pun, ingatlah setiap langkah jamaah adalah amanah yang kelak dipertanggungjawabkan. Melayani jamaah dengan hati bukan sekadar tugas profesi, tetapi bagian dari ibadah yang akan bernilai besar di sisi Allah.
(Redho)


Posting Komentar untuk "Tour Leader Itu Pelayan, Bukan Juragan Tugasnya Melayani Jamaah, Bukan Dilayani"