🔊 Dalam menjalankan tugas jurnalistik, seluruh wartawan media online Swara HAM Indonesianews.com dibekali dengan Tanda Pengenal. Harap tidak melayani oknum-oknum yang mengatas namakan media online Swara HAM Indonesianews.com tanpa dilengkapi Tanda Pengenal           🔊 Segala tindakan pelanggaran Hukum yang dilakukan oleh wartawan Swara HAM Indonesianews.com menjadi tanggaungjawab yang bersangkutan

Bupati Soppeng Siap Teruskan Pertanian Modern Demi Kesejahteraan Petani

Swara Ham Indonesia News, Com. Soppeng

Kabupaten Soppeng menjadi salah satu daerah yang terus mendorong transformasi pertanian melalui penerapan teknologi dan sistem budidaya modern. Hal itu ditandai dengan Panen Perdana Uji Terap Budidaya Padi Modern Program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Lajaroko, Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Rabu (19/8/2026).

Panen perdana tersebut dihadiri Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng bersama Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pilot project uji terap sistem budidaya padi modern yang dilaksanakan pada lahan kurang lebih 20 hektare oleh kelompok tani setempat. Program tersebut menjadi bentuk sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Soppeng, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), penyuluh pertanian, serta kelompok tani.

Hasil uji terap menunjukkan capaian produktivitas yang cukup tinggi. Dalam laporan panitia pelaksana yang disampaikan Dr. Nuning Agro Subekti, uji terap dilaksanakan selama dua musim tanam.

Pada musim hujan, varietas Inpago 8 dan Inpago 12 mampu menghasilkan sekitar 10,4 ton per hektare. Sementara pada musim kemarau I, penggunaan varietas Inpago 12 dan Inpari 50 menghasilkan sekitar 10,2 ton per hektare.

Capaian tersebut dinilai cukup signifikan karena tanaman pada musim kemarau menghadapi tantangan kekeringan serta serangan hama dan penyakit yang lebih berat.

Menurut Dr. Nuning, hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem produksi padi modern memiliki kemampuan mempertahankan produktivitas tinggi meskipun berada dalam kondisi lingkungan yang menantang.

Ia menjelaskan, modernisasi pertanian tidak sekadar berkaitan dengan penggunaan alat dan mesin pertanian, tetapi merupakan sebuah sistem terpadu yang mencakup penggunaan varietas unggul, pengelolaan air, pemupukan presisi, pengendalian hama dan penyakit, mekanisasi hingga penanganan pascapanen.

“Panen ini bukan akhir, tetapi menjadi awal untuk terus menyempurnakan sistem pertanian agar lebih produktif, efisien, adaptif, dan menguntungkan petani,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi cikal bakal pengembangan Pertanian Modern–Sistem Pertanian Maju (PM-AAS) oleh Kementerian Pertanian.

Ke depan, teknologi yang diterapkan akan dievaluasi secara menyeluruh, tidak hanya berdasarkan produktivitas hasil panen, tetapi juga efisiensi biaya, kebutuhan tenaga kerja, penggunaan air, hingga tingkat keuntungan yang diperoleh petani.

Dr. Nuning turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng, BRMP Sulawesi Selatan, para penyuluh, Tim ICARE, serta kelompok tani yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan uji terap tersebut.

Sementara itu, Kepala pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA. menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar memanen padi, tetapi juga memanen pembelajaran untuk membangun pertanian Indonesia yang lebih modern.

Menurutnya, Kementerian Pertanian terus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan tenaga kerja, meningkatnya biaya produksi, hingga serangan hama dan penyakit.

Dalam konteks tersebut, BRMP berperan menjembatani hasil pengembangan teknologi agar dapat diterapkan secara langsung di lahan petani.

“Panen ini bukan sekadar memanen padi, tetapi juga memanen pembelajaran untuk membangun pertanian Indonesia yang lebih modern,” ujarnya.

Ia menilai capaian produktivitas yang tetap tinggi meskipun menghadapi kekeringan serta serangan hama dan penyakit menunjukkan potensi sistem PM-AAS yang mengintegrasikan ketangguhan tanaman, efisiensi penggunaan air, mekanisasi, serta teknologi digital.

Soppeng, kata dia, dapat menjadi laboratorium hidup pertanian modern, tempat teknologi diuji, dipelajari, dievaluasi, dan dikembangkan sesuai kebutuhan petani serta kondisi agroekosistem setempat.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pertanian modern tidak hanya diukur dari tingginya hasil panen. Aspek efisiensi biaya, penghematan tenaga kerja, dan peningkatan pendapatan petani juga menjadi indikator penting.

Karena itu, teknologi yang dikembangkan harus mudah diterapkan, memberikan keuntungan bagi petani, serta disesuaikan dengan kondisi lokal. Keberhasilan PM-AAS juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh, dunia usaha, dan petani.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menyampaikan bahwa panen perdana tersebut menjadi tanda bahwa pertanian Soppeng mulai bergerak menuju sistem budidaya yang lebih maju.

Bupati menilai penerapan PM-AAS merupakan langkah strategis dalam mendorong transformasi sistem budidaya padi sekaligus memberikan harapan baru bagi petani Soppeng.

Teknologi pertanian modern, menurutnya, diharapkan mampu menghasilkan model budidaya yang efektif, efisien, dan adaptif terhadap kondisi agroekosistem lokal.

“Uji terap ini juga harus menjadi sarana pembelajaran bagi petani agar mampu mengadopsi teknologi pertanian modern secara menyeluruh dan berkelanjutan,” kata Bupati.

Ia berharap penerapan PM-AAS dapat meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, meningkatkan efisiensi usaha tani, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

Pemerintah Kabupaten Soppeng, lanjutnya, berkomitmen mendukung pengembangan pertanian modern melalui penguatan kelembagaan petani, peningkatan sarana dan prasarana pertanian, serta penguatan sinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan uji terap PM-AAS dan berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat untuk meningkatkan produksi pertanian, ketahanan pangan, dan kesejahteraan petani di Kabupaten Soppeng.

Selain panen perdana, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan bibit padi unggul Inpari 32 FS kepada dua kelompok tani sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan budidaya padi modern di Kabupaten Soppeng.Zl

Posting Komentar untuk "Bupati Soppeng Siap Teruskan Pertanian Modern Demi Kesejahteraan Petani"