PROYEK Rp 276 MILYAR, BUPATI KECEWA DAN SEMPROT KONTRAKTOR.
Swara Ham Indonesia News,Com.Soppeng
Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng terlihat kecewa saat meninjau pembangunan fasilitas pendidikan dan asrama yang hingga saat ini belum sepenuhnya rampung yang ditargetkan segera dimanfaatkan oleh siswa.
Peninjauan pada hari Senin sore (31/8/2026), Bupati menemukan sejumlah pekerjaan yang dinilai masih perlu dibenahi, mulai dari taman, taman bermain, saluran air, pemasangan loster, tangga, hingga sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
Ia menegaskan, pekerjaan belum dapat dianggap selesai jika berbagai komponen yang menjadi bagian dari proyek belum benar-benar siap dan tegasnya pekerjaan belum selesai tegas Suwardi Haseng.
Selain itu juga di soroti kondisi taman yang seharusnya sudah ditanami dan mulai tumbuh, termasuk keberadaan taman bermain yang juga harus sudah tersedia.
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah ketersediaan air. Menurutnya, fasilitas pendidikan dan asrama tidak boleh diserahkan sebelum kebutuhan dasar tersebut benar-benar siap digunakan.
Untuk asrama siswa SD, fasilitas asrama laki-laki dan perempuan disebut sudah sebagian selesai. Namun, kondisi berbeda terlihat pada asrama untuk siswa SMP dan SMA yang masih dalam proses pengerjaan.
Sementara itu, gedung SMA dinilai sudah memungkinkan untuk difungsikan.
Bupati juga memberikan perhatian serius terhadap aspek keselamatan. Salah satunya terkait keberadaan mesin pemotong rumput dan peralatan pemotong yang dinilai dapat membahayakan siswa dan siswi apabila tidak ditata dengan baik.
“Jangan sampai alat-alat yang membahayakan justru berada di lingkungan siswa,” menjadi perhatian dalam peninjauan tersebut.
Selain itu, saluran air juga menjadi sorotan. Bupati meminta pekerjaan drainase diperhatikan secara serius, terlebih saat memasuki musim hujan.
Menurutnya, fasilitas yang dibangun bukan hanya harus terlihat bagus, tetapi juga harus mampu berfungsi dengan baik dalam jangka panjang.
Kualitas pengerjaan juga menjadi perhatian Bupati. Ia menilai pemasangan loster pada sejumlah bagian bangunan terkesan kasar dan masih membutuhkan pembenahan.
Hal serupa terlihat pada pekerjaan tangga. Bupati bahkan mengkritisi hasil pengerjaan yang dinilainya tidak lurus dan kurang rapi.
Ia mempertanyakan kualitas tenaga yang mengerjakan bagian tersebut.
“Kalau tukang, ya tukang kelas tiga,” ujarnya saat menyoroti hasil pekerjaan yang dianggap tidak memenuhi standar.
Bupati juga menyoroti sudut-sudut dinding yang dinilai belum dikerjakan secara rapi.
Proyek dengan nilai besar tidak boleh dikerjakan sekadar mengejar penyelesaian administrasi, tetapi harus memperhatikan mutu dan hasil akhir.
Fasilitas sanitasi pun tak luput dari perhatian. Bupati menyoroti penggunaan kloset duduk merek Toto yang menurutnya merupakan pilihan dengan harga paling murah.
Sorotan tersebut menjadi bagian dari evaluasi Bupati terhadap kualitas dan spesifikasi fasilitas yang digunakan dalam proyek.
“Jangan asal saja, laksanakan secepatnya,” dengan nada geram .
Bupati minta pihak pelaksana segera menyelesaikan seluruh pekerjaan dan melakukan pembenahan terhadap bagian-bagian yang masih dianggap belum sesuai dan segera dituntaskan.
Kontrak pekerjaan diketahui berakhir pada 31 Agustus 2026, meskipun sebelumnya ditargetkan selesai pada Juli 2026.
Ia menegaskan tidak ingin kembali mendapati pekerjaan yang belum selesai setelah batas waktu kontrak.
Bahkan, Bupati menyampaikan bahwa siswa-siswi baru dapat masuk dan menempati asrama setelah seluruh pekerjaan benar-benar selesai.
“Dua hari setelah pekerjaan selesai, baru siswa-siswi bisa masuk asrama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar pekerjaan tidak kembali molor.
“Molor lagi tidak bisa hanya sepuluh hari,” tegas Bupati.
Suwardi Haseng memastikan akan kembali melakukan peninjauan untuk melihat perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan berbagai catatan yang disampaikannya telah ditindaklanjuti.
“Kualitas harus diperhatikan,” tekan Bupati.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng didampingi Kepala Dinas Sosial, pihak Waskita Purnawan, Staf Ahli Sainul, serta Kepala Sekolah SRT Arni, S.Pd., M.Pd.


Posting Komentar untuk "PROYEK Rp 276 MILYAR, BUPATI KECEWA DAN SEMPROT KONTRAKTOR."