Cegah Stunting dari Desa, Bupati Soppeng Dukung Gerakan Aksi Stop Stunting
Swara Ham Indonesia News, Com. Soppeng
SOPPENG – Upaya menurunkan angka stunting di Sulawesi Selatan semakin bergulir, ditandai dengan peluncuran Aksi Stop Stunting (ASS) Tahun 2026 oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Aula Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (3/11/2026). Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng hadir mendukung gerakan ini bersama jajaran pemimpin daerah setempat.
Bupati didampingi Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), serta Kepala Dinas Kesehatan Retno Saputra Swedye, S.KM., M.Kes. Tak hanya pejabat yang hadir di lokasi, sebanyak kader kesehatan dari 70 desa dan kelurahan se‑Kabupaten Soppeng turut mengikuti acara secara daring bersama Ketua TP‑PKK Kabupaten Soppeng Hj. Suarni Suwardi dan pengurus TP‑PKK.
Gubernur Sulawesi Selatan dalam sambutannya menegaskan bahwa kader kesehatan adalah garda terdepan dalam pencegahan stunting. Ia mendorong peningkatan kemampuan dan kesiapan para kader agar bisa menjangkau keluarga‑keluarga berisiko hingga ke pelosok desa. Sebagai penghargaan atas semangat mereka, Gubernur memberikan hadiah sepeda bagi kader yang hadir langsung maupun peserta daring yang berhasil menjawab kuis dalam acara tersebut.
Acara ini diikuti lebih dari 500 peserta secara langsung, mulai dari pimpinan daerah, tim TPPS, kepala dinas, organisasi perempuan, perguruan tinggi, hingga kader ASS se‑Sulawesi Selatan. Sementara itu, lebih dari 2.000 peserta lain mengikuti melalui zoom, di antaranya kepala puskesmas, jajaran TP‑PKK kecamatan, dan kader di tingkat desa‑kelurahan.
Sebagai bagian dari langkah nyata, pemerintah provinsi juga menyerahkan paket intervensi Aksi Stop Stunting dan makanan terapi siap pakai (RUTF). Bagi Kabupaten Soppeng, keterlibatan luas para kader diharapkan bisa membuat program pencegahan stunting lebih dekat ke masyarakat, tepat sasaran, dan berjalan lebih cepat.ae.


Posting Komentar untuk "Cegah Stunting dari Desa, Bupati Soppeng Dukung Gerakan Aksi Stop Stunting "