Penamatan 107 Santri di Pondok Pesantren Darussalihin: Kemenag Soppeng Tegaskan Pesantren Sebagai Jantung Peradaban Bangsa
Swara Ham Indonesia News,Com.Soppeng
Soppeng, 20 Mei 2026 – Pondok Pesantren Darussalihin Berru Lilirilau menggelar acara penamatan santri dan santriwati untuk seluruh jenjang pendidikan madrasah, mulai dari tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah, hingga Aliyah, pada Selasa (20/5). Acara bersejarah ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, H. Afdal, S.Ag, MM, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif, S.Pd.I., M.Si, serta para tokoh masyarakat, orang tua santri, dan elemen terkait lainnya.
Dalam sambutannya, H. Afdal menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh santri dan santriwati yang telah berhasil menyelesaikan masa pendidikannya. Ia menegaskan bahwa pesantren memiliki kedudukan sangat penting sebagai jantung peradaban bangsa. Menurutnya, lembaga pendidikan Islam ini telah tumbuh dan mengakar kuat di tanah air jauh sebelum Indonesia merdeka, yang digagas dan dikembangkan oleh para Wali Songo. Hal ini tercatat dalam sejarah, di mana cikal bakal pesantren sudah ada sejak masa Sunan Ampel melalui pendirian padepokan santri di Surabaya yang menjadi pusat penyebaran ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam.
Kepala Kemenag Soppeng itu juga memberikan pesan khusus bagi para santri penghafal Al-Qur'an agar senantiasa menjaga dan mengulang hafalan yang telah dimiliki. Ia mengutip perumpamaan dari sabda Nabi Muhammad SAW yang menyamakan menjaga hafalan Al-Qur'an layaknya menjaga kawanan unta. "Jika dijaga, dirawat, dan terus diulang, maka ia akan jinak dan melekat kuat di hati. Namun jika dibiarkan dan diabaikan, maka hafalan itu akan hilang begitu saja seperti unta yang lari dan menjadi liar," ujarnya mengingatkan.
Di akhir pidatonya, H. Afdal mengajak seluruh elemen masyarakat yang hadir, termasuk para pemangku kepentingan daerah, untuk terus berkontribusi memajukan dunia kepesantrenan. Dukungan tersebut dapat disalurkan baik dalam bentuk bantuan materil maupun dukungan moril, agar pesantren tetap mampu mencetak generasi muda yang beriman, bertaqwa, berilmu luas, serta berakhlak mulia demi kemajuan agama dan negara.
Sementara itu, kehadiran Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif, menjadi bukti perhatian pemerintah daerah terhadap peran strategis pesantren dalam membangun kualitas sumber daya manusia di wilayah ini. Acara penamatan ini berjalan khidmat dan penuh haru, diiringi harapan besar agar para lulusan dapat mengamalkan ilmu yang didapat dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.shi.



Posting Komentar untuk "Penamatan 107 Santri di Pondok Pesantren Darussalihin: Kemenag Soppeng Tegaskan Pesantren Sebagai Jantung Peradaban Bangsa"