🔊 Dalam menjalankan tugas jurnalistik, seluruh wartawan media online Swara HAM Indonesianews.com dibekali dengan Tanda Pengenal. Harap tidak melayani oknum-oknum yang mengatas namakan media online Swara HAM Indonesianews.com tanpa dilengkapi Tanda Pengenal           🔊 Segala tindakan pelanggaran Hukum yang dilakukan oleh wartawan Swara HAM Indonesianews.com menjadi tanggaungjawab yang bersangkutan

DUA ANAK BERANAK DIANCAM BADI PANJANG.

 Swara Ham Indonesia News,Com.Atakka ,Kecamatan Marioriwawo ,Kab.Soppeng.

        Foto. SYAHRUL DAN FERRY SANDY

Kejadian dugaan pengancaman kedua anak beranak kelaki Syahrul bersama anaknya Ferry Sandy , korban merasa tidak aman dan tidak nyaman sejak kejadian tertanggal 03 April 2026 dengan laporan No. LP/B/96/IV/2026/SPKT/Res,Soppeng yang sampai saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Tenggang waktu yang menyita banyak waktu itu justru terduga pelaku berinisial "K" Warga Atakka Desa Mariorilau Kecamatan Marioriwawo itu diduga keras mengulangi perbuatan pengancaman dengan Badik yang sama dengan  berukuran panjang dan selain itu hampir menabrak   Ferri Sandy tepatnya jam 23.00 (wita) tertanggal 17 Juni 2026 dengan laporan Polisi Nomor : STTL/B/165/IV/2026/SPKT/Polres Soppeng/Polda Sulsel tanggal 28 Juni 2026.

         Kejadian dan laporan polisi yang bersangkutan dibenarkan dan sedang berproses sesuai mekanisme yang berlaku oleh pihak terkait di Polres Soppeng. 

Awal kejadian dugaan pengancaman lelaki "K" yang merasa dituduh gores mobil org, dengan mendatangi dan memasuki pekarangan lelaki Syahrul dan menantangnya sambil mencabut  badinya dengan nada ngancam. Dengan dugaan  ancaman ini menjadi awal persoalan hingga pengancaman kedua kalinya terjadi kepada Ferry Sandy dengan badi yang sama. 

          Sumber yang layak dipercaya kepada awak media,mengaku kalau lelaki "K" Sering membuat onar dan meresahkan warga setempat, dan sumber kesalkan karena oknum tertentu di wilayah itu sepertinya tidak berfungsi yang seyogianya terdepan mengatasi hal hal yg tidak terpuji di wilayahnya. Masih sumber berceloteh bahwa di wilayah ini lengkap terjadi dugaan  perbuatan melawan hukum adanya bandar  Togel, minuman keras, bahkan perlu ada tes urin dengan dugaan peredaran obat terlarang. Selain itu para calon saksi di intimidasi dengan mengajak untuk tidak jadi saksi pada kasusnya .Ironisnya lagi, berani berani nya mencatut nama seorang Jenderal yg konon kirim salam ke Penyidik. 

         Dari semua hal tersebut , kedua korban mencurahkan isi hatinya  ke hadapan Kasat Reskrim maupun ke Kanit dan penyidiknya , bahwa dirinya selama penyelidikan berbulan bulan ini tidak merasa aman dan sangat mengganggu pekerjaan seharian kami katanya sehingga tentu saja menimbulkan banyak kerugian dan entah siapa lagi korbannya kemudian. Oleh karena itu , ke dua korban berharap kiranya kasus nya dapat segera mendapat kan kepastian hukum. 

           Kasat Reskrim  Polres Soppeng AKP.Doddie Rama Putra,SH,MH. Menjelaskan bahwa kasus yang dilaporkan ini berjalan terus sesuai mekanisme dan SOP yang ada dan percayakan lah kepada penyidik .Adapun kesan lambannya penanganan nya kasus ini, tergantung  alat buktinya dan  yang kedua katanya diharapkan kerja samanya menghadirkan saksinya dan berharap dalam waktu dekat bisa selesai pemeriksaan saksi menuju proses selanjutnya sambil meyakinkan kedua korban bahwa pihak nya tidak terpengaruh tidak bisa diintervensi tugas penyidik oleh siapapun dan yakinlah kasusnya ditangani sesuai aturan yang ada.

Akhirnya kehadiran kedua korban pengancaman merasa puas atas  pengarahan dan pemahaman hukum dari Kasat Reskrim sambil Pamitan.


Posting Komentar untuk "DUA ANAK BERANAK DIANCAM BADI PANJANG."