RSUD di Luwu Raya Disorot, Anggaran Miliaran Rupiah Tak Sejalan dengan Kualitas Pelayanan
Swara Ham Indonesia News,Com.Luwu Raya
Tiga rumah sakit rujukan di wilayah Luwu Raya kini menjadi sorotan tajam setelah persoalan anggaran, kesejahteraan tenaga medis, hingga lemahnya pengelolaan fasilitas dinilai berdampak langsung pada pelayanan pasien.
Di RSUD Sawerigading Kota Palopo, keresahan muncul setelah pembayaran TPP ASN dihentikan tanpa kejelasan skema remunerasi baru. Kondisi itu memicu kekhawatiran menurunnya motivasi tenaga medis di tengah tingginya beban pelayanan rumah sakit.
Sementara di RSUD Andi Djemma Kabupaten Luwu Utara, anggaran pemeliharaan disebut sangat minim dibanding jumlah fasilitas yang harus dirawat. Dana ratusan juta rupiah dinilai tidak realistis untuk membiayai puluhan gedung dan ratusan fasilitas penunjang, sehingga tenaga medis harus bekerja dalam kondisi sarana yang terus menurun.
Kondisi berbeda terjadi di RSUD I Lagaligo Kabupaten Luwu Timur. Meski memiliki anggaran dan belanja ratusan miliar rupiah, serapan anggaran dinilai belum optimal. Publik mempertanyakan efektivitas pengelolaan dana besar tersebut karena pelayanan pasien masih dikeluhkan masyarakat.
Sorotan ini memunculkan kritik keras terhadap tata kelola rumah sakit daerah di Luwu Raya. Anggaran besar dinilai belum otomatis menghadirkan pelayanan yang cepat, nyaman, dan profesional jika manajemen rumah sakit tidak berjalan efektif.
Dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ditegaskan bahwa pemerintah daerah wajib menjamin mutu pelayanan kesehatan serta ketersediaan tenaga dan fasilitas yang memadai. Sementara Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara mewajibkan setiap penggunaan anggaran dilakukan secara efektif, efisien, dan bertanggung jawab.
Publik kini mendesak evaluasi menyeluruh terhadap manajemen ketiga RSUD tersebut agar rumah sakit pemerintah tidak hanya sibuk mengelola angka anggaran, tetapi benar-benar menghadirkan pelayanan yang layak bagi masyarakat.
(Tim)


Posting Komentar untuk "RSUD di Luwu Raya Disorot, Anggaran Miliaran Rupiah Tak Sejalan dengan Kualitas Pelayanan"